Selamat Tinggal GUI! Elon Musk Siap Masifkan Chip Neuralink di Tahun 2026
Surabaya, 6 Januari 2026 — Tahun 2026 dibuka dengan kabar mengejutkan dari dunia teknologi medis. Mengutip laporan dari Reuters, Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk, secara resmi mengumumkan rencana ambisius mereka untuk memulai produksi massal atau "volume tinggi" untuk perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) mereka mulai tahun ini. Langkah ini menandai peralihan besar dari sekadar eksperimen laboratorium menuju skala industri yang lebih luas.
Dalam pengumumannya, Elon Musk menegaskan bahwa kunci dari produksi massal ini adalah otomatisasi. Prosedur bedah untuk menanamkan chip ke otak manusia akan beralih menjadi proses yang hampir sepenuhnya otomatis. Tujuannya jelas: membuat operasi ini lebih cepat, lebih aman, dan bisa dijangkau oleh lebih banyak pasien yang membutuhkan bantuan untuk memulihkan fungsi tubuh mereka.
Salah satu detail teknis yang paling menarik—dan mungkin agak ngeri bagi orang awam—adalah metode pemasangannya. Musk menjelaskan bahwa benang-benang elektroda halus akan dimasukkan menembus dura (lapisan pelindung otak yang keras) tanpa perlu mengangkat atau membedah lapisan tersebut. Menurut Musk, ini adalah "masalah besar" (big deal) karena bisa memangkas risiko dan waktu pemulihan secara drastis, membuat operasi otak nantinya mungkin terasa seperti operasi mata LASIK biasa.
Konteks dari pengumuman ini sebenarnya bermula dari percakapan di media sosial X (sebelumnya Twitter). Pada sebuah utas yang ramai dibahas, Elon Musk membalas sebuah tweet dari akun S.E. Robinson Jr. yang merangkum pencapaian-pencapaian penting Neuralink sepanjang tahun 2025. Balasan Musk inilah yang kemudian mengonfirmasi target besar mereka untuk tahun 2026.
Dalam tweet yang dibalas oleh Elon tersebut, dijelaskan bahwa pada tahun 2025 Neuralink telah mencatat sejarah penting. Salah satunya adalah menerima status Breakthrough Device Designation dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) untuk teknologi pemulihan bicara mereka. Ini adalah lampu hijau yang sangat penting untuk membantu pasien yang kehilangan kemampuan bicara akibat stroke atau ALS agar bisa berkomunikasi kembali.
Selain itu, tweet tersebut juga menyoroti ekspansi global Neuralink. Pada tahun 2025, mereka meluncurkan uji klinis pertama di Timur Tengah, yang diberi nama UAE-PRIME. Bekerja sama dengan Cleveland Clinic di Abu Dhabi dan Departemen Kesehatan setempat, ini menjadi bukti bahwa teknologi ini mulai diterima secara internasional, tidak hanya di Amerika Serikat.
Jadi, gabungan antara kesuksesan uji coba internasional di tahun 2025 dan janji produksi massal di tahun 2026 menunjukkan satu hal: era cyberpunk mungkin datang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Dengan valuasi perusahaan yang kini menyentuh angka 9 miliar dolar AS, dunia sedang menunggu pembuktian apakah janji operasi otak otomatis ini benar-benar bisa terealisasi tahun ini.