Tak Sabar Untuk GTA Terbaru? Terobosan Google Ini Bisa Buat Kamu Menjelajahi Daerah Rumahmu Bak Videogame!
Surabaya, 23 Mei 2026 — Para pencinta video game di seluruh dunia saat ini tengah dilanda antusiasme luar biasa menyusul penantian panjang selama bertahun-tahun terhadap entri terbaru dari seri Grand Theft Auto (GTA). Game besutan Rockstar Games tersebut memang selalu dinanti karena kemampuannya menyajikan simulasi dunia terbuka (open world) perkotaan yang sangat realistis, imersif, dan memberikan kebebasan bagi para pemain untuk menjelajahinya. Setiap kabar mengenai perkembangannya selalu sukses menarik perhatian jutaan penggemar yang sudah tidak sabar untuk kembali melakukan petualangan virtual di jalanan perkotaan yang dinamis.
Namun, siapa sangka kalau perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) belakangan ini menyuguhkan sebuah terobosan baru dari Google yang dinilai mampu menawarkan pengalaman eksplorasi melampaui apa yang disajikan oleh game seperti GTA. Jika GTA membatasi pemain pada peta perkotaan fiktif yang dirancang oleh pengembang game, inovasi terbaru dari raksasa teknologi ini justru membuka peluang untuk mengubah lingkungan dunia nyata di sekitar kita menjadi arena bermain virtual. Teknologi ini tidak sekadar menampilkan visual pasif, melainkan menyimulasikan wilayah nyata menjadi sebuah dunia interaktif yang sepenuhnya dapat dijelajahi secara bebas.
Inovasi menakjubkan ini lahir dari integrasi mutakhir antara Project Genie dan Google Street View yang resmi diumumkan pada ajang Google I/O 2026. Project Genie, yang kini memasuki versi Genie 3, merupakan model dunia berbasis kecerdasan buatan (generative AI world model) eksperimental garapan Google DeepMind yang mampu menciptakan lingkungan virtual interaktif dari instruksi teks atau gambar. Sementara itu, Google Street View adalah fitur pemetaan legendaris milik Google Maps yang pastinya sudah sangat akrab di telinga kita, yang telah mengarsipkan ratusan miliar foto panorama jalanan nyata dari berbagai belahan dunia selama hampir dua dekade terakhir.
Penggabungan kedua teknologi ini dimungkinkan oleh teknologi Maps Imagery Grounding, yang bertindak sebagai jangkar untuk menambatkan kecerdasan buatan pada data visual nyata. Melalui sistem ini, Genie 3 mampu membaca data geografis Street View untuk menciptakan dunia virtual yang mempertahankan kontinuitas spasial; artinya, saat kamera berputar 360 derajat, AI akan mengingat lingkungan di belakang pengguna tanpa meregenerasi visual dari nol. Cukup dengan mengetuk pin lokasi di peta, kamu bisa menerapkan berbagai gaya visual fantasi unik seperti "Ocean World", "Stone Age", atau "Desert Sands" dengan durasi simulasi 60 detik beresolusi 720p pada kecepatan 24 fps, lengkap dengan karakter fiksi pilihanmu sebagaimana yang ditunjukkan di demo resminya.
Lebih kerennya lagi, teknologi ini juga menyimpan potensi emosional mendalam bagi kamu yang ingin bernostalgia. Berkat arsip historis Google Street View yang menyimpan rekaman jalanan secara berkala sejak tahun 2007, pengguna dapat memundurkan waktu virtual ke masa lampau. Dengan bantuan Genie 3, kenangan manis di masa kecil, seperti melihat kembali bentuk rumah lama yang kini sudah dirobohkan atau menyusuri jalanan kompleks tempat bermain dulu, bisa dibangun kembali menjadi ruang interaktif yang seolah "beku dalam waktu" untuk kembali dijelajahi.
Sayangnya, untuk bisa menikmati simulasi dunia masa depan ini, kamu harus siap merogoh kocek yang lumayan dalam. Fitur Project Genie 3 ini baru tersedia secara terbatas untuk para pelanggan paket langganan kasta tertinggi Google AI Ultra. Pada saat artikel ini ditulis, raksasa teknologi tersebut baru saja merubah harga paket langganan tertingginya ini menjadi 200 dolar AS per bulan, atau berada di kisaran Rp3 juta rupiah, demi memperluas akses ke berbagai model AI paling mutakhir.
Jadi, apakah kamu mau membayar 3 Juta rupiah untuk menjelajahi daerah kamu dengan karakter GTA ataupun menjelajahi masa lalu lewat teknologi ini? Mungkin kalau kamu cukup jenaka, bagaimana dengan mengundang Carl ‘Ucok’ Johnson ke basecamp masa kecil kamu?