AI di Genggamanmu! Yuk Kenalan dengan Bee dari Amazon
Surabaya, 15 Januari 2026 — Pernah nggak sih kamu dapat ide cemerlang saat lagi di jalan atau di toilet, tapi begitu sampai meja kerja, ide itu hilang begitu saja? Nah, Amazon baru saja menghadirkan solusi buat masalah klasik ini lewat perangkat terbarunya bernama Bee. Berbeda dengan gadget canggih zaman sekarang yang penuh layar, Bee adalah perangkat kecil seukuran koin (atau wearable) seharga $50 yang bisa kamu jepit di baju atau pakai sebagai gelang. Bee didesain bukan untuk dilihat, tapi untuk "mendengar" dan menjadi notulen pribadi yang mencatat percakapan serta ide-idemu sepanjang hari tanpa kamu perlu repot mengeluarkan HP.
Lalu, kenapa raksasa sebesar Amazon tertarik membeli startup kecil pembuat Bee ini? Menurut laporan dari TechCrunch, langkah ini adalah strategi cerdas Amazon untuk keluar dari ruang tamu kita. Selama ini, Amazon sudah merajai rumah lewat Alexa dan speaker Echo, tapi begitu kita melangkah keluar pintu, mereka kehilangan jejak kita karena dominasi iPhone dan Android. Dengan mengakuisisi Bee, Amazon akhirnya punya "mata dan telinga" yang bisa menemani penggunanya ke mana saja, memberikan data berharga tentang aktivitas kita di dunia luar yang selama ini sulit mereka jangkau.
Tapi jangan salah sangka, Bee ini jauh lebih pintar daripada sekadar alat perekam suara biasa. Melansir dari T3, Bee dirancang untuk menjadi "otak kedua" (Second Brain) yang proaktif. Kalau alat perekam biasa hanya menyimpan suara, Bee bisa memahami isi percakapanmu. Misalnya, kalau dalam rapat kamu bilang "Saya akan kirim emailnya besok," Bee bisa secara otomatis membuatkan draf email tersebut di HP-mu. Bee tidak hanya mencatat ide random yang kamu dapat di toilet, tapi juga membantu menata hidupmu dengan mengubah obrolan santai menjadi daftar tugas yang nyata.
Keunikan lain dari Bee ada pada fitur psikologisnya. Perangkat ini bisa memberikan "Daily Insights" atau wawasan harian tentang suasana hatimu berdasarkan nada bicara dan interaksi yang kamu lakukan seharian. Bayangkan punya asisten yang bisa bilang, "Sepertinya kamu agak stres di rapat tadi pagi, tapi lebih ceria saat makan siang." Ini membuat Bee terasa lebih personal dan "manusiawi" dibandingkan asisten robotik biasa.
Nah, biar lebih mudah membayangkannya, kita bisa membandingkan peran Bee dengan Siri atau Alexa yang biasa kita pakai. Anggap saja Siri adalah asisten "Rumah", jagoan untuk urusan domestik seperti menyalakan lampu pintar, memutar musik di ruang keluarga, atau memasang timer masak. Dia diam di tempat atau ada di HP yang sering kita taruh di meja. Sementara itu, Bee adalah asisten "Luar Rumah". Dia menempel di badanmu, ikut kamu meeting di kafe, jalan-jalan di taman, dan siap menangkap inspirasi yang datang tiba-tiba di mana saja.
Pembagian tugas ini sangat masuk akal. Kita jarang membutuhkan Siri untuk mencatat notulen rapat panjang saat kita sedang mobile, dan sebaliknya, kita tidak bisa meminta Bee untuk mematikan AC di rumah (setidaknya untuk saat ini). Dengan harga yang sangat terjangkau, Amazon sepertinya ingin Bee menjadi aksesoris wajib bagi mereka yang produktif dan ingin memastikan tidak ada satu pun momen atau ide berharga yang terlewatkan dalam kesibukan sehari-hari.
Jadi, apakah kamu siap punya sekretaris pribadi yang menempel di lenganmu? Dengan kemampuan uniknya untuk mengubah percakapan menjadi aksi nyata, Bee menawarkan cara baru berinteraksi dengan teknologi: lebih sedikit menatap layar, lebih banyak hadir di dunia nyata, tapi tetap terorganisir secara digital.