Model AI Misterius Ini Punya 100T Token Gratis! Siapa dibalik ‘moo-del’ OX-Alpha?
Surabaya, 27 Agustus 2026 — Jika pembaca akhir-akhir ini memantau media sosial, pasti menemui viralnya film animasi indie dari Tiongkok berjudul ‘Niu Lai’ mengenai kerbau dengan kualitas yang bisa dibilang sangat ‘menghibur’. Namun di saat yang sama, muncul sebuah model kecerdasan buatan (AI) anonim di platform OpenRouter yang juga tidak kalah ‘menghibur’ dengan betapa absurdnya kebolehan yang ditawarkannya. Model AI yang meluncur secara diam-diam tanpa kampanye pemasaran ini mendadak menyedot perhatian jagat teknologi dunia karena kemampuannya yang tiba-tiba melesat tinggi.
Kebolehan model bernama OX-Alpha ini memang tidak main-main dan tergolong sangat mengejutkan bagi para praktisi. Salah satu poin utama yang memicu kehebohan adalah performanya yang dikatakan hampir sama atau bahkan melebihi model-model raksasa ternama seperti Fable 5 maupun Sol 5.6 dalam pengujian pemrograman sistem. Keunggulan tersebut mencakup eksekusi tugas rekayasa perangkat lunak yang rumit, pemrosesan agen secara mandiri, hingga kemampuan konteks yang mencapai satu juta token.
Daya tarik luar biasa yang membuat pengembang di berbagai negara berbondong-bondong mengujinya adalah penawarannya untuk 100T token gratis. Penawaran alokasi daya komputasi dalam jumlah sangat besar ini memungkinkan siapa saja menjalankan alur kerja AI tingkat lanjut tanpa terbeban biaya API. Efeknya, dalam hitungan hari sejak kemunculannya, volume penggunaan model misterius ini langsung melonjak drastis hingga memecahkan rekor harian di platform OpenRouter.
Dan yang paling aneh, tidak ada pihak organisasi, startup, maupun laboratorium riset AI yang mengambil kredit mengenai perilisan model ini. Hingga saat ini, pihak OpenRouter hanya mengonfirmasi bahwa mereka bertindak sebagai penyedia jalur API untuk pengembang anonim yang memilih bersembunyi di balik identitas Stealth. Ketiadaan klaim resmi atas proyek sebesar dan secanggih ini tentu menjadi fenomena yang sangat langka di tengah ketatnya persaingan industri AI global.
Melihat kejanggalan dan kehebohan tersebut, tentu tudingan orang-orang langsung tertuju ke Tiongkok sebagai dalang utama di balik perilisannya. Namun dari percobaan salah satu pengguna di Reddit, mengklaim bahwa model AI ini bukan dari Tiongkok karena kapabilitasnya untuk menyampaikan respons yang cukup sensitif dan terbuka untuk standar negeri bambu. Eksperimen independen tersebut menunjukkan bahwa model ini tidak langsung memblokir atau membatasi topik-topik sosial-politik yang biasanya dikenakan penyaringan ketat oleh regulasi setempat.
Meski begitu, lebih banyak pengamat yang berspekulasi bahwa model ini tetap berasal dari Tiongkok dengan melihat pola penamaannya. Ox (Kerbau) sendiri adalah salah satu hewan dari zodiak Tiongkok yang juga memiliki peran signifikan sepanjang sejarah peradaban Tiongkok. Selain itu, pemilihan penamaan hewan ini juga dianggap kurang familier dan kurang cocok saat sebuah raksasa teknologi dari Barat maupun pihak dengan kekuatan komputasi serupa ingin menamai sebuah model AI komersial mereka.
Hingga saat artikel ini ditulis, belum ada pihak yang mengklaim atas kepemilikan OX-Alpha secara resmi. Apakah model ini merupakan strategi uji coba terselubung dari raksasa teknologi Tiongkok ataukah kejutan dari kelompok riset independen lain, teka-teki mengenai siapa sosok asli di balik 'moo-del' misterius ini masih terus menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi.