Game klasik legendaris doom kini bisa dijalankan di earbuds. Mau coba?
Surabaya, 27 Januari 2026 — Siapa yang tidak kenal Doom? Game legendaris tahun 90-an ini punya tradisi unik di kalangan teknisi: "Jika sebuah benda punya layar dan listrik, maka benda itu harus bisa menjalankan Doom." Selama bertahun-tahun, kita sudah melihat game ini muncul di tempat-tempat yang tak masuk akal, mulai dari kalkulator sekolah, mesin ATM , hingga printer kantor. Bahkan, ada pengembang yang nekat menjalankannya di alat tes kehamilan digital dan balok LEGO kecil yang dilengkapi layar.
Kini, daftar "perangkat aneh" tersebut resmi bertambah satu lagi: earbuds nirkabel. Seorang pengembang kreatif bernama Arin Sarkisian berhasil membuktikan bahwa perangkat audio yang biasa kita pakai mendengarkan musik pun bisa berubah jadi mesin pembasmi demon. Proyek yang ia beri nama "DOOMBuds" ini menggunakan earbuds PineBuds Pro sebagai basisnya.
Secara teknis memindahkan Doom ke dalam earbuds bukanlah perkara mudah karena keterbatasan mesinnya. Sarkisian harus melakukan "overclock" atau memacu kecepatan prosesor kecil di dalam earbud hingga 300MHz agar game bisa berjalan stabil. Mengingat memori earbuds yang sangat terbatas, ia juga melakukan pengoptimalan gila-gilaan agar game yang aslinya butuh memori besar bisa berjalan hanya dengan RAM kurang dari 1MB.
Karena earbuds tentu saja tidak memiliki layar, Sarkisian merancang cara unik agar kita tetap bisa melihat permainannya. Game yang berjalan di dalam earbud akan mengirimkan aliran data gambar (stream) melalui koneksi kabel serial menuju server luar. Hasilnya, kita bisa melihat aksi Doomguy di layar peramban dengan kecepatan sekitar 18 frame per detik—cukup lancar untuk sebuah perangkat yang seharusnya hanya memutar suara.
Menariknya, Sarkisian tidak menyimpan keseruan ini untuk dirinya sendiri. Ia membuat proyek ini bisa dimainkan oleh siapa saja secara daring melalui situs doombuds.com. Pengunjung situs tersebut bisa masuk ke dalam antrean untuk mencoba mengendalikan game yang benar-benar sedang berjalan di dalam unit earbuds fisik milik Sarkisian.
Para pemain bisa menggunakan keyboard standar dengan kontrol WASD untuk bergerak dan tombol spasi untuk menembak. Meskipun harus mengantre dengan pemain lain dari seluruh dunia, sensasi memainkan game legendaris yang dijalankan oleh sebuah alat di telinga memberikan kepuasan tersendiri bagi para pecinta teknologi.
Proyek DOOMBuds ini sekali lagi membuktikan bahwa kreativitas para peretas perangkat keras memang tidak ada batasnya. Bagi Arin Sarkisian, ini mungkin hanyalah eksperimen seru, namun bagi dunia teknologi, ini adalah pengingat bahwa perangkat sekecil apa pun punya potensi yang jauh lebih besar dari sekadar fungsi aslinya. Jadi, apakah Anda tertarik mengantre untuk mencobanya?